Karangasem Kaya Dengan Potensi Product Kerajinan, yang dikerjakan dengan pekerjaaan Tangan dan lebih banyak , Untuk Lebih Jelas silahkan Klik : www.karangasemcraft.com.
Coconut Handycraft
Bisa dibuat Aneka kerajinan dari Tempurung kelapa, sesuai dengan kebutuhan.
Biasa sudah melayani keperluan asesoris Hotel.
Tas Kombinasi Ate – Coconut Shell Bahan Tempurung dikombinasi dengan Ate , diikat dan dirajut ketrampilan tangan.
Bisa dibuat bentuk Tas dengan Fungsi untuk acara Santai maupun acara Formal. Tas ada yang berbentuk Oval dan bentuk Kotak.
Product Ulatan Tempurung. Product tempurung dianyam dengan Tangan
Coconut Shell bisa dibuat jadi Aneka macam Keranjang Buah Bentuk Bokor Untuk Kenduri atau untuk Buah.
Pandan Handycraft
Dibuat dari tanaman pandan yang tumbuh baik dibeberapa Wilayah di KArangasem.
Tas Pandan dibuat dengan aneka macam bentuk ditambah variasi dengan kain batik menambah kesan Natural dan eclusif. Bisa juga dibuat Kotak Tisu, alas Tidur disebut dengan Tikar Pandan.
Ate Handycraft
Kerajinan Ata , product Handycraft masal dengan handmade, product home industry. Product Natural dengan bahan baku yg Eklusif, asli kerajinan Karangasem.
Kerajinan Ate , khas Karangasem Bali, yang diproduksi Oleh Pengrajin Karangasem – Bali.
Plang Nama Ukir Bali
Bisa ditaruh diatas meja, dan dapat dipesan , nama sesuai keperluan. Bisa juga dipesan plang nama gantung di dinding. Untuk Plang Nama bisa dipesan dengan Logo, baik Kantor maupun Perusahaan.
Kipas Bali
Kipas bisa dipesan sesuai dg Grafiran,
Cendera mata khas Bali, souvenir khas Bali Praktis dibawa kemana saja.
Bisa Untuk Souvenir, Kantor, Tamu ataupun Acara Perkawinan
Kipas merupakan benda kesayangan Wanita, baik Muda maupun Wanita karir / Executif, yang bisa memberikan kenyamanan.
Tenun Gringsing.
Dibuat oleh Penduduk Desa Tenganan , dengan bahan Alami dan menggunakan Pewarna Alam dan mempunyai kesan magis dan klasik Nama product Tenunan diberikan nama sesuai dengan Peninggalan Budaya masa lalu.
Beton Cetak Puri Khas Karangasem.
Cetak Beton dengan Motif Hiasan Khas Cetak Puri Karangsem, bahan dari beton. Digunakan sebagai Tempelan ditembok atau didinding untuk memberikan aksen.
Product-Product diatas , bagi yang tertarik untuk bisa mengetahui produknya secara lebih jelas, silahkan kunjungi situs Kami : www.karangasemcraft.com
Hasil Karya Sang Arsitek Otodidak Setelah Taman Soekasada Ujung.
Pesona Focal Point Tugu Air Mancur Taman Air Tirtagangga
Keluarga Raja Karangasem dengan Latar Tugu Air Mancur.
Betapa Karangasem kaya akan Peninggalan karya Arsitektur yang bersejarah , seperti Taman Ujung,Puri Agung dan Taman Air Tirtagangga, yang merupakan satu kesatuan Perencanaan yang mana Puri Karangasem sebagai Sentral dari kedua Taman tersebut diatas. Jelas kedua Taman ini menggunakan Air sebagaielemen utamaPerwujudan kedua taman tersebut yang ditunjang keindahan Alam sekitarnya.
Taman Tirtagangga Tempo Dulu
Sebelum taman ini dibangun, di area taman itu terdapat mata air yang besar. Mata air ini digunakan oleh penduduk dari desa sekitar untuk mencari air minum dan tempat "pesiraman" atau "penyucian" Ida Betara (para dewa), oleh karena itu, mata air itu di sakralkan oleh penduduk sekitar. Dari mata air inilah Raja Karangasem mendapat ide untuk mendirikan sebuah taman, baik dari segi mata air dan udara yang sejuk cocok untuk dibuat taman. Arsitekturnya merupakan kombinasi antara gaya Bali dengan gaya Cina. Taman Tirta Gangga berlokasi di desa Ababi, daerah Abang, sekitar 83 km dari Denpasar.
Lay Out Taman Tirtagangga.
Taman Air Tirta Gangga dibangun Raja Karangasem terakhir, Anak Agung Agung Anglurah (AAAA) Ketut Karangasem (1808-1941) alias I Gusti Bagus Jelantik, sekitar tahun 1922. Taman Air Tirta Gangga dibangun bersamaan dengan dibangunnya Taman Sukasada Ujung. Suasana asri langsung menyergap ketika kaki melangkah memasuki Taman Air Tirtagangga di desa Ababi, Abang Karangasem. Ya, inilah taman peninggalan raja terakhir Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem.
Tirtagangga terletang pada daerah 1,2 hektar yang terdiri atas tiga kompleks. Kompleks pertama yakni pada bagian paling bawah dapat ditemukan dua kolam teratati dan air mancur. Kompleks kedua adalah bagian tengah dimana dapat ditemukan kolam renang; sementara, pada bagian ketiga, yakni kompleks ketiga, kita dapat menemukan tempat peristirahatan raja.
Taman seluas 1,2 hektar ini dibangun sebetulnya untuk dam pertanian di daerah sekitarnya. Taman air ini memanfaatkan mata air yang muncul dari kaki bukit di desa Ababi. Dulunya warga sekitar menamakan daerah ini sebagai embukan yang dalam bahasa Bali berarti mata air. Raja Karangasem membangun Taman Air ini sebagai pemenuhan kebutuhan warga bagi air bersih dan juga bagi air suci untuk pembersihan dewa atau Ida Betara. Warga sekitar menganggap air dari mata air di Taman Air Tirtagangga ini sebagai air suci.
Gadis-Gadis Bali Tempo Dulu menikmati Kesejukan Air Kolam Tirtagangga.
Raja Karangasem sendiri dulu kabarnya sering memanfaatkan tempat ini sebagai olah kanuragannya dan tempat menyepi mencari inspirasi. Raja Karangasem Sang Aristek Otodiak ini juga melihat, fungsi mata air yang diolah menjadi taman air bisa menjaga kelestarian alam. Air bersih yang mengalir bisa mendinginkan daerah sekitar dan juga memberikan alternatif wisata bagi warga Bali dan akhirnya turis mancanegara pada masa kini
Taman Tirta Gangga merupakan sebuah taman yang lebih diutamakan untuk tempat permandian karena air yang keluar dari mata air yang sangat jernih dan dingin, menyebabkan para wisatawan yang berenang di kolam itu menjadi segar. Di samping memiliki air yang jernih dan dingin, juga udara yang sejuk menyebabkan Taman Tirta Gangga ini sangat mempesona para wisatawan. Beberapa bangunan dan hiasan sengaja dibuat sesuai dengan spirit dari Puri Agung Karangasem, sehingga antara Taman Tirta Gangga maupun Taman Sukasada yang terletak di desa Ujung menjadi suatu kesatuan, Perencanaan yang memadukan konsep Arsitektur Eropah, Cina dan Arsitektur Lokal.
Nah tidak lengkap rasanya klo ke Karangasem tidak menikmati keindahan, keasrian dan kesejukan Taman Istana Raja Karangasem. Dan apabila memungkinkan bisa menikmatibetapa dinginnya air Kolam Tirtagangga, dan suasana hening apabila melewatkanpergantian malam menginap di Taman Tirtagangga.
Sebagai Saksi Sejarah Peradaban Taman Soekasada Ujung
Balai Kapal berada diatas Bukit persis di Tengah-Tengah Kolam I dan Kolam II. Untuk bisa sampai ke Balai Kapal Orang Harus mendaki tangga yang bertingkat-tingkat. Bale Kapal yang berada di lokasi tertinggi. Dari bale ini dulunya Raja Karangasem melihat Selat Lombok untuk mengetahui apakah ada kapal yang datang. "Tangga menuju Balai Kapal merupakan Simbolis Jenjang Proses Hukum yang ada di Negara Kita yaitu dimulai dari Tingkat Pengadilan Negeri naik menuju Pengadilan Tingg, kemudia naik lagi sampai Mahkamah Agung dan Terakhir sampai pada tingkat Grasi yang dimohonkan kepada Kepala Negara.. Semua keberaaan jenjang proses Hukum ini adalah semata-semata untuk memberikan Pelayanan Hukum yang baik dan benar kepada orang-orang yang berkepentingan mencari keadilan.
Rombongan Istri Parlemen Se Dunia
Posisi Balai Kapal yang ada di Tengah-tengah antara Kolam I dan Kolam II sepertinya sebagai As Tengah dalam menjaga Arsitektur antara Bagian Kolam I yang ditengahnya ada Bale Kambang dan Kolam II yang diatengahnya ada Bale Gili, seolah-olah menjadi Sumbu keseimbangan.
Balai Kapal merupakan Simbolis dari suatu Negara dimana didalam kapal ada muatan berupa Manusia yaitu Simbolis dari rakyat. Sebuah kapal harus dilengkapi dengan Kompas agar Kapal dapat berlayar menuju Tujuan dengan kepastian bahwa kapal akan tiba didaratan yang menjadi Tujuan.
Demikian juga sebuah Negara mutlak harus dilengkapi dengan Undang-Undang dan Hukum dengan perangkatnya. Kompas adalah Jiwa dari sebuah kapal demikian juga Undang-Undang dan hokum adalah Jiwa dari sebuah Negara.
Dapat dibayangkan apa jadinya Kapal yang tidak memiliki Kompas, maka Kapal bisa tersesat atau Kapal bisa tidak tepat mencapai Daratan yang menjadi Tujuan. Demikian pula dengan Negara yang tidak memiliki Undang-Undang.